EDE, bagian 3 Babi
Hari ini hari minggu, cuaca yang cerah di pagi hari disambut ocehan pemilik kos yang menagih iuran sampah.
Karena suasana cerah, hari ini aku mau main ke kosan ede, karena kalau libur aku selalu main dengan ede entah itu pergi makan, nonton bioskop, atau sekedar ngobrol aja di kosan. hari ini sangat cerah, seperti biasa sebelum main aku selalu mengabarinya terlebih dahulu.
"nanti aku main, kamu mau di bawain apa?" tanyaku
"apa aja terserah kamu, gi" balas dia cepat
Aku pun membawa minuman dingin dan makanan ringan untuknya. sampai, aku duduk dengan dia ngobrol.
karna gabut, obrolan juga udah mentok aku isenglah pinjem hpnya.
aku buka sms aman, jaman dulu belum ada whatsapp. buka facebook lah aku iseng, lari ke inbox. scrol kebawah scrol scrol scrol kaget aku kebaca pesan
-"makasih ya, untuk yang kemarin"-
Wih apaan nih, aku curiga dong dan aku bukalah pesan ini.
Semakin terheran heran aku liat isi inboknya, pacarku yang aku sayangi aku tidak pernah sentuh dia, tiba tiba dia dicium di tengah sawah.
Tiba-tiba ede datang dari belakang mau ngambil hp dia dengan muka paniknya
"apaan nih?" tanyaku
"diaa temenku"
"temen yang mana?" aku nanya dengan emosi
"namanya yadi" ributlah aku dengan dia seharian itu
Dia mencoba menjelaskan, kalau temennya namanya yadi. dia yang selalu ada di saat dia di sekolah sedang ada masalah dia ada, saat dia ga ada yang jemput dia ada. bahkan sebelum jadianpun dia nanya ke yadi. dan saat dia pulang ke rumah dia di indramayu dia jalan dengan yadi. saat dengar penjelasan dia aku kecewa sekali.
Pernah sesekali saat aku main ke kosan dia, dia memakai baju metal. baju yang tidak mungkin di pakai oleh wanita feminim seperti dia. aku tau itu baju yadi. aku diam seolah olah percaya kalau itu baju nemu.
Karena yadi, aku sering ribut dengan ede. aku yang cemburuan sekali berantem dengan ede yang tidak bisa melupakan jasa jasanya yadi. setahun pacaran kita berantem karena orang yang sama yaitu yadi. aku kekeh nyuruh dia menjauhi yadi, dia kekeh gak mau jauhi dua-duanya.
Pernah waktu itu aku duduk dengan ede di deoan kosan dia, dia kelihatan asyik sendiri dengan hpnya. karena penasaran aku tanyalah
"siapa sih itu? asik bener sampai senyum sendiri"
Dia tidak menjawab dan menyimpan hpnya. karena aku emosi, aku ambil hpnya dan lebih kaget lagi, dari yadi
"kamu milih dia apa aku?" aku dengan emosi
Dia tidak mau memilih
Karna aku muak dengan perdebatan itu, aku buka kartu providerku aku potek di depan dia.
aku pulang berjalan dengan penuh emosi
aku benar-benar kecewa, orang yang aku percaya ternyata memegang pisau dan menusuk punggungku.
dan akhirnya kita putus.
Komentar
Posting Komentar