EDE , Bagian 1 bunga

     


    H
ari itu ketika aku bekerja di salah satu perusahaan otomotif di kawasan cikarang, bertemulah aku dengan gadis cantik, lugu dan senyumnya manis yang bernama Ede.

Ede seperti gadis pada umumnya, cantik dan ceria. Tapi entah mengapa ada yang menarik dari senyumnya. senyumnya seolah menarikku kedunianya. Dia adalah gadis indramayu yang pertama aku kenal, dia sederhana, rambut keritingnya yang bergelombang, memiliki mata lebar dan gigi kelinci. dia juga memiliki bekas luka di bawah mata kirinya. ede lahir 31 juli 1994 lebih tua dia setahun dariku. meskipun dia lebih tua dariku, aku merasa nyaman dengannya.

Saat aku bekerja sendiri dan belum punya teman, dia selalu menemuiku dan membantuku tanpa basa basi. di pekerjaan dia paling pinter itulah kenapa dia jarang megang mesin hanya mengganti yang akan istirahat. sedangkan aku megang mesin yg jelek karna memang aku belum di percaya memegang mesin. saat aku masih anak baru dia selalu bantuin, selalu ngejelasin tanpa disuruh. aku begitu terpesona karena itu. bagiku dia baik, dan cantik tentunya.

Sebulan aku kenal dengan dia, aku baru tau dia memang orangnya baik ke semua orang haha, aku yang terlanjur suka tidak mau tau hal itu. aku tetap mengaguminya. apa ini jatuh cinta?


Semenjak kenal dia, aku jadi semangat bekerja. bawaannya mau kerja terus asalkan dengan dia. 

Selain dia, aku juga kenal temannya yang namanya yusuf. teman sekaligus pacar lamanya si ede, aku baru tau setelah orang-orang di sekitarku ngomong begitu. yusuf adalah orang kurus tinggi yang baik, agamis sekali, dan gaul. aku kenal lagu band pierce the viel dan sleeping with sirens dari dia. terkadang aku juga membahas agama dengan dia, kalo kata orang mah dia muhamadiyah tapi versi modern sedangkan aku NU garis lucu. 

kembali ke ede,

Dia adalah gadis sunda yang aku kenal dekat. aku gatau dia sunda apa jawa, soalnya di indramayu punya bahasa sendiri. kita semakin dekat di tempat kerja, aku terkadang main ke mesin dia, dia pun terkadang sebaliknya. karena aku sudah merasa makin dekat dan semakin nyaman aku memberanikan diri untuk mengajak dia nonton. aku sendiri sebelumnya tidak pernah nonton bioskop dan ini pertama kalinya. 

 Saat itu kebetulan lagi bumingnya film comic 8, aku janjian dengan ede sepulang bekerja nonton. aku pulang mandi makan dan menjemput dia. aku bertemu di simpang lima cikarang dekat kosan dia. kita bertemu dan ke bioskop bareng. karena pertama kali aku ke bioskop aku seperti orang tolol untungnya dia tidak, dia sepertinya bisa menguasai situasi hahaha, filmnya seru dan lucu.

Setelah pulang dari nonton, aku mengantarkan dia pulang. saat pulang aku menembak dia,

"Ede, aku sudah nyaman dengan kamu. kamu mau nggak jadi pacarku?" aku memegang tangannya

dia diam, tidak menjawab. 

"Nanti ya,  kasih aku waktu" jawab dia panik 

Setelah sebulan akhirnya dia jawab...

"Gi, aku mau jadi pacar kamu"

Aku senang sekali, rasanya bahagia. pertama kali aku punya pacar yang cantik putih bersih dan tinggi.

pagi harinya setelah resmi menjadi pacarku, aku lihat dia bercahaya dengan kerudung merah meronanya dia, aku tidak tau ini memang dia mempesona atau memang aku lagi kasmaran tapi yang kulihat memang begitu.

"hai sayang" aku menggodanya

"ihh jangan gitu kahhh...." senyum dia malu

hari itu aku merasa dunia hanya milikku berdua saja hahaha

Kamu punya bahasa cinta yang tidak aku mengerti, tapi anehnya aku selalu betah berada di sampingmu, ede.


Setelah kami resmi berpacaran, dia pindah ke kosan yang dekat dengan jemputan. karena dia pindah aku pun pindah dari perumahan ke kosan. alasannya selain agar mandiri tentunnya ingin dekat dengan dia selalu hehehe.

Hari pertama aku kencan di kosan dia, aku kaget dia tidak menggunakan jilbab, rambut lebat bergelombang tebal terurai, aku semakin mengagumi kecantikan dia.

"uwaawww, memang aslinya cantik sekali" aku ngomong sendiri

Kami bercanda, ngobrol panjang lebar membahas keluarga masing-masing, masa lalunya pun. karena jam 9 aku memutuskan pulang

"aku pulang ya, udah malem" aku sambil berdiri pamit

"iya hati-hati ya" dia berdiri mengantarkanku ke depan pintu

Saat aku memakai sendal, aku terkaget-kaget, ada yusuf di luar kontrakan memakai topi celana panjang dan jaket besbol.

"Eeh suf, silahkan suf di selesaikan" kataku sambil senyum kaget

Ede dan yusuf saling bertatapan kaget, aku pulang karena itu masa lalunya ede dengan yusuf, biarkan dia menyelesaikan masa lalunya.

Yusuf adalah kekasih ede jaman sekolah, mungkin setelah lulus masih akupun tidak tahu. setahuku sudah selesai karena itulah aku berani mendekatinya.


"kita semua pernah terperangkap dalam labirin masa lalu. tapi yang dapat membuat kita terbebas hanya jika kita mau berdamai dengan kenangan."


bersambung......


Komentar

Postingan Populer