EDE, Bagian 2 Sam
Malam itu aku berkumpul dengan temanku, bernyanyi bersama di temani dengan secangkir kopi dan asap rokok yang banyak seperti kebakaran hutan. berceritalah kami tentang pekerjaan, teman dan keluarga.
Saat aku sedang bernyanyi dengan temanku, tiba-tiba temanku nyletuk
"Gi, lu masih ngga sama si ede?" tanya Jalun sambil menyalakan rokok
"Atuh masih lah, kenapa gitu?" tanyaku penasaran
"Gua sering liat dia bercanda sama si Samsul d tempat kerja" jawab jalun menghisap rokoknya
"Emang iya ya? nanti gua tanyain ke orangnya" aku tidak peduli, karena cintaku lagi berapi-api.
hari mulai larut, tiba tiba turun gerimis kami pun pulang ke kosan masing-masing.
keesokan harinyak karena aku penasran, aku temuilah si ede kosannya
"aku mau nanya, boleh?" tanyaku hati hati
"boleh, sok tanya aja gi"
"kamu deket sama si samsul?" aku dengan muka penasaran
"oh enggak, dia mah temen biasa. dia nanya ya aku jawab. gitu aja" jawab dia dengan santai
"oh yaudah atuh, hehehe " aku terssenyum.
karena perasaan sayangku dengan dia terlalu powerfull aku tidak menaruh rasa curiga dengannya, apapun penjelasannya aku percaya.
"makan soto yuk kedepan? aku laper"
"ayoo.."
karena aku tidak punya kendaraan pribadi, pergi kemana mana masih jalan kaki dan naik kendaraan umum.
keesokan harinya saat aku bekerja, nurin teman sekampungku memanggilku dengan nada slow
"Gi, sini. aku pengen ngomong" panggil dia pelan
"kenapa rin?" tanyaku
"Gi jangan marah ya, sebenernya samsul suka sama ede. dia nanya gimana cara deketin si ede. wah aku juga bingung jawabnya. disatu sisi dia pacarmu. disisi lain dia temenku. akhirnya aku ga jawab apa-apa." jawab dia sambil bekerja
"oh gitu ya, makasih rin infonya" aku tersenyum dan pergi
bagaimana rasanya menyingkirkan cemburu yang terlalu, sementara perasaan yang kau punya bukan menjadi hal yang sepatutnya ia jaga?
Samsul adalah laki laki yang sangat agamis. karena rasa cemburuku dengannya yang sangat besar. aku menghalalkan berbagai cara agar si ede menjauh darinya. karena itulah aku cerita dengan ede, aku sisipi fitnah-fitnah. aku tidak mengenal samsul secara dekat.
Setiap aku bertemu atau kencan dengan ede, aku selalu mengatakan kalau dia pakai agama agar ede suka sama samsul. perlahan tapi pasti itu berhasil. jahat memang. karena cinta yang menggebu gebu apapun aku lakukan asal ede tetap bersamaku. dan itu berhasil.
Seluruh emosi positif berawal dari cinta dan emosi negatif berawal dari rasa takut.

Komentar
Posting Komentar