EDE, Bagian 4 - Salah

     Setelah aku putus dengan ede, aku merasa sepi dan kosong. entah ini bodoh atau tolol aku mengajak dia balikan lagi. dan dia akhirnya mau. kamu berpacaran kembali, hari hari menjadi semakin seru dan menyenangkan.

karena aku merasa cocok dengan ede, aku ingin mengenalkan dia dengan ibuku. kebetulan hari ini ibuku ada di bekasi. aku pun merayu mengajak ede agar mau ketemu dengan ibuk. dengan mulutku yang beracun akhirnya ede mau berkenalan dengan ibu. 

singkat cerita kami bertemu dengan ibu, 

"bu ini ede, temen kerja" aku membuka obrolan    

ede hanya tersenyum malu, dan salim dengan ibuk

"ede orang mana?" tanya ibuku senyum

"dari indramayu bu" jawab ede senyum

"oh indramayu, " ibuku tersenyum

mengobrollah mereka sedangkan aku pergi mandi

Tiba tiba si ede pengen pulang, aku tidak tau mereka ngobrol apa yang membuat ede tidak nyaman mungkin. dia menelfon temannya untuk menjemputnya. aku mau tidak mau mengantarkan dia kedepan jalan raya. dia di jemput dengan motor vixion, entah siapa aku tidak mengenalnya, edde menjelaskanpun aku tidak mau mendengarkannya.

Saat aku kembali, ibuku ternyata tidak suka dengan ede. padahal aku ingin sekali menikahinya. aku berdebat dengan ibuku sendiri. aku bimbang memilih ede atau memilih mendengarkan ibuku. aku pun tetap membela ede di depan ibuku entah ini durhaka atau membela pilihan sendiri.

Karena sesama wanita mungkin ya, ede akhirnya tau kalau ibuku tidak suka dengannnya. ede ingin putus tapi aku dengan keegoisanku tidak mau berpisah dengannya. kami jalani hubungan ini dengan diam-diam. aku berbohong kalau ibu sudah setuju agar ede bisa tenang walaupun kita sering ribut membahas ini.

Sampai suatu hari, dia memutuskan untuk resign dari pekerjaannya. dan untuk yang kedua kalinya kita berpisah.

Komentar

Postingan Populer